Minggu, 09 November 2014

Reflective Essay Baturaden Adventure Forest



REFLECTIVE ESSAY




SEPTI WAHYUNINGSIH
G1D014074
PRAKTIK LAPANGAN (OUTBOND) BATURADEN ADVENTURE FOREST


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU – ILMU KESEHATAN
PURWOKERTO
2014





REFLECTIVE ESSAY PRAKTIK LAPANGAN (OUTBOND)
BATURADEN ADVENTURE FOREST


Description :
            Bulan Oktober tahun ini ditutup dengan hal yang begitu manis dan tidak terlupakan,  tepatnya Jum’at 31 Oktober 2014 saya mengadakan praktik lapangan di Baturaden Adventure Forest bersama seluruh mahasiswa keperawatan angkatan 2014. Baturaden Adventure Fforest merupakan salah satu tempat pariwisata yang menyuguhkan pesona alam liar kaki Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah.
Praktik lapangan kali ini adalah kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa begitupun saya di blok caharacter building yang sekarang sedang kami jalani ini. Jum’at itu saya dan mahasiswa keperawatan angkatan 2014 lainnya berkumpul di depan kampus pukul 12.30 WIB  untuk absensi dan mendapatkan pengarahan seperti biasa sebelum pemberangkatan dan melaksanakan kegiatan . Kami berangkat dengan menggunakan delapan angkot yang jumlahnya sesuai dengan jumlah kelompok yang ada. Masing – masing angkot diperuntukkan untuk satu kelompok sehingga tidak berdesak – desakkan  mengingat medan yang akan dilalui untuk sampai ke tempat tujuan bukanlah medan yang mudah. Tepat pukul 13.00 WIB rombongan berangkat meninggalkan kampus dan sampai di tempat tujuan pukul 13.30 WIB.
            Sampai disana kami langsung istirahat dan melakukan berbagai permainan. Kami terbagi menjadi empat kelompok yang masing-masing memiliki nama unik yaitu serigala, ayam, kucing, dan guguk cantik. Saya masuk menjadi salah satu anggota kelompok guguk cantik yang beranggotan dua puluh dua anggota. Malam harinya acara pentas seni dan api unggun menjadi agenda untuk melanjutkan praktik lapangan kami, semuanya sangat gembira malam itu walaupun telah diguyur hujan.
            Hari kedua di Baturaden Adventure Florest, pukul 05.00 WIB kami melakukan tracking untuk melihat sunrise dari bawah kaki Gunung Slamet, kami juga melewati salah satu peternakan sapi perah dan melihat langsung sapi-sapi tersebut dilepaskan untuk makan. Pukul 08.00 WIB kegiatan kembali dimulai, di hari terakhir ini semua kelompok diharuskan menyelesaikan tiga permainan dari empat permainan inti baik itu Trust Fall, Flying Fox, Triangel, maupun The Ring dan sebagai penutup kami melakukan permainan Candle of hope bersama. Setelah itu kami membersihkan diri dan mengemas seluruh barang bawaan kami untuk selanjutnya melakukan upacara penutupan dan pulang pukul 16.30 WIB .
Feelings :
Praktik lapangan  ke Baturaden Adventure Forest pada hari Jum’at lalu sangat menyenangkan untuk saya. Disana saya bisa merasakan secara langsung pembelajaran yang bisa diperoleh melalui berbagai permainan yang saya lakukan, berbeda ketika saya hanya bisa duduk diam dan mendengarkan ketika mendapatkan lecture di kampus.
Saya merasa sangat bahagia dan merasa memiliki keluarga baru yang sangat berharga  karena kegiatan dua hari satu malam yang saya jalani kemarin membuat keakraban antar mahasiswa semakin terbangun bahkan dua bulan bersama yang telah kami lewati bukan lagi menjadi hal yang harus dipertanyakan bagi kami untuk bisa saling mengerti dan memahami masing-masing karakter. Selain itu, kegiatan ini juga membuat saya merasa lebih berani dengan berbagai permainan yang saya lakukan disana.
Evaluation :
            Dari kunjungan tersebut, saya mendapatkan pengetahuan yang menambah wawasan saya. Saya mendapatkan pembelajaran yang tidak saya dapatkan di kampus.  Kegiatan tersebut sangat baik karena dengan model pembelajaran yang memanfaatkan alam menjadikan  mahasiswa lebih mampu mengeksplorasi kemampuan yang ada didalam dirinya secara langsung dan optimal karena dasar para mahasiswa dalam melakukan kegiatan disana adalah rasa senang bukan keterpaksaan.  Akan tetapi, fasilitas dan pelayanan yang ada disana dirasa kurang memuaskan, dan jika boleh jujur saya kecewa karena ternyata apa yang saya lihat disana tidak sebagus apa yang dijelaskan secara detail pada saat sosialisasi di kampus. Selain itu ada juga beberapa permainan yang cenderung sangat membosankan.
Analysis :
            Dari kegiatan yang telah saya lakukan, masalah yang saya hadapi ketika kegiatan tersebut berlangsung adalah hipotermia dan ketakutan. Faktor alam yang sangat jauh berbeda disana membuat saya mengalami hipotermia apalagi ketika malam hari dan keadaan tersebut membuat saya merasa kesulitan untuk mengikuti kegiatan – kegiatan yang ada.
Dan masalah ketakutan terjadi ketika saya harus melakukan permainan Flying Fox. Diantara berbagai permainan yang saya lakukan, permainan yang paling membuat saya merasa ketakutan adalah permainan tersebut. Saya ragu dengan diri saya sendiri ketika saya menjalani rintangan – rintangan yang ada  sebelum akhirnya saya melakukan Flying Fox dari ketinggian 16 meter. Dalam beberapa permainan sifat masing-masing mahasiswa sangat terlihat jelas sehingga  timbul juga berbagai masalah seperti kurangnya kerjasama, kurangnya pengertian, keraguan, ketakutan, emosional, dan rasa egois yang masih sangat tinggi antar mahasiswa.
Conclution :
            Kegiatan yang telah saya jalani kemarin membuat saya mengerti bagaimana harus memahami orang lain dengan berbagai karakter yang berbeda. Saya juga mengerti bagaimana saya harus bersikap ketika menghadapi karakter yang sangat jauh berbeda dengan karakter saya. Saya belajar banyak dari kegiatan yang saya lakukan kemarin terutama tentang kesabaran, kepercayaan dan mengalahkan rasa takut terutama pada saat permainan Flying Fox. Selain itu dari setiap permainan yang saya lakukan saya selalu mendapatkan pelajaran baik itu tentang perjuangan, kerja keras, kejujuran, pantang menyerah dan hal-hal positif lainnya yang semua itu pada dasarnya adalah modal yang nantinya atau bahkan sekarang harus saya miliki untuk mencapai sebuah kesuksesan.
 Dengan kegiatan kemarin saya juga mengetahui bahwa ternyata kondisi fisik saya tidak cocok dengan keadaaan alam yang memiliki suhu rendah. Berkaitan dengan fasilitas yang ada disana, saya juga bisa memahami bahwa kekurangan fasilitas yang ada disana bukan semata-mata karena kesalahan dari pihak pengelolanya melainkan karena memang pihak pengelola lokasi Baturaden Adventure Forest ingin menonjolkan keadaan alam yang ada disana secara alami  sehingga para wisatawan yang datang kesana merasa benar-benar berada di alam bebas yang bersih.
Action Plan :
            Jika kegiatan seperti itu diadakan lagi, saya akan berusaha untuk lebih cepat beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang baru sehingga bagaimanapun keadaan yang harus saya hadapi disana itu tidak akan mempengaruhi kewajiban-kewajiban yang harus saya lakukan. Saya juga akan melakukan persiapan yang lebih baik lagi ketika saya harus melakukan kegiatan terutama untuk  kegiatan yang dilaksanakan di dataran tinggi.
            Saya juga akan berusaha untuk menghilangkan rasa takut dan keraguan dalam diri saya untuk mengambil sebuah tindakan yang harus diputuskan dalam waktu cepat misalnya tadi ketika Flying Fox. Selain itu, saya akan berusaha untuk lebih mengerti dan memahami berbagai karakter orang lain sehingga saya bisa lebih mengerti bagaimana sikap terbaik yang bisa saya lakukan untuk menghadapinya. Dan saya juga akan berusaha keras untuk menekan rasa egois dalam diri saya sehingga orang-orang yang berada dekat dengan saya merasa nyaman apalagi dalam kegiatan - kegiatan kelompok.



           

           
           



Kamis, 30 Oktober 2014

Reflective Essay Kunjungan Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman

REFLECTIVE ESSAY




SEPTI WAHYUNINGSIH
G1D014074
KUNJUNGAN MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN



KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU – ILMU KESEHATAN

PURWOKERTO

2014



REFLECTIVE ESSAY KUNJUNGAN MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN



Description :
            Hari Jum’at, 24 Oktober 2014 seluruh mahasiswa keperawatan angkatan 2014 mengadakan kunjungan Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman yang terletak di pinggir Sungai Logawa Kecamatan Karanglewas, kurang lebih 4 km dari kota Purwokerto sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam kunjungan kali ini beberapa kelompok diberi tugas masing-masing dan kelompok saya mendapat tugas dalam hal absensi. Semua mahasiswa berkumpul di depan Kampus Jurusan Keperawatan FKIK Universitas Jenderal Soedirman sebelum pemberangkatan untuk mendapatkan pengarahan dari dosen terlebih dahulu mengenai teknis kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan disana sekaligus absensi pertama. Tepatnya pukul 08.00 WIB saya dan seluruh rombongan berangkat menuju monumen, jadwal pemberangkatan sedikit terlambat karena menunggu salah satu mahasiswa yang datang terlambat. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ketempat tujuan, hanya kurang lebih 15 menit saya dan rombongan sudah sampai di monumen. Sesampainya disana kita berkumpul untuk absensi kedua sekaligus pembagian konsumsi. 10 menit itulah waktu yang diberikan untuk sekedar menghabiskan makanan yanng telah diberikan oleh kelompok yang bertugas dalam hal konsumsi.
            Teknis kegiatan yang dilakukan disana antara lain delapan kelompok dibagi menjadi dua kloter dimana kloter pertama terdiri dari kelompok 1, 2, 3, dan 4 yang nantinya akan masuk ke ruangan untuk mendapat pengarahan terlebih dahulu, sedangkan kloter kedua terdiri dari kelompok 5, 6, 7, dan 8 yang terlebih dahulu dibebaskan untuk melakukan aktivitas diluar ruangan. Sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan nantinya akan ada pergantian antarkloter tersebut. Saya adalah salah satu anggota kelompok delapan yang secara otomatis itu berarti saya akan masuk ke ruangan untuk kloter yang kedua. Sambil menunggu giliran masuk ke dalam ruangan untuk mendapat pengarahan, saya dan anggota kelompok delapan memanfaatkan keindahan yang ada di monumen dengan mengabadikan foto kebersamaan kami melalui kamera handphone. Keindahan tata letak bangunan dan tumbuhan-tumbuhan yang ada membuat saya dan teman-teman yang lainnya sangat tertarik untuk terus memainkan kamera handphone hampir diseluruh sisi monumen.
            Beberapa saat kemudian, kloter kedua dipanggil untuk masuk kedalam ruangan bergantian dengan kloter pertama. Di dalam ruangan saya dan teman-teman yang lain dipandu oleh satu tour guide yang bernama Bapak Hasto yang menjelaskan secara detail mengenai sejarah monumen tersebut dibangun, biografi Jenderal Soedirman, dan perjuangan - perjuangan Jenderal Soedirman dalam memperjuangkan kemerdekaan 69 tahun yang lalu. Di ruangan tersebut terdapat banyak foto – foto yang berkaitan dengan Jenderal Soedirman, bahkan terdapat satu lukisan dan satu patung yang sangat menarik mengenai beliau, dan terdapat pula duplikat tandu yang dulunya digunakan Jenderal Soedirman saat mengadakan perang gerilya dengan pasukannya. Setelah puas di dalam ruangan saya dan teman-teman yang lain diajak naik ke atas dimana patung Jenderal Soedirman ada, diatas kami diberikan pengarahan oleh tour guide mengenai sejarah patung tersebut, tulisan – tulisan dan gambar - gambar yang terletak pada bangunan yanga da dibawah patung tersebut. Setelah itu, kami semua dipersilahkan untuk turun dan berkumpul dengan teman – teman yang lain dari kloter pertama. Sebagai penutup kunjungan kami disana, seluruh mahasiswa keperawatan angkatan 2014 mengambil foto bersama di depan Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Feelings :
            Kunjungan ke monumen pada hari Jum’at lalu sangat menyenangkan untuk saya. Saya merasa memperoleh pelajaran dan pengetahuan yang baru dengan cara yang lebih menyenangkan karena saya tidak hanya duduk diam dan mendengarkan seperti ketika mendapatkan lecture di kampus melainkan disana saya bisa melihat secara langsung bukti-bukti mengenai kebenaran pengetahuan tersebut.
Saya merasa sangat bahagia bisa melakukan kunjungan dengan mahasiswa keperawatan angkatan 2014 lainnya, karena dengan begitu keakraban dan kekompakan diantara kita semakin bisa terbangun. Selain itu, saya juga merasa fresh karena bagi saya kegiatan ini tidak hanya semata – mata menjadi salah satu praktik lapangan dan tugas belaka melainkan salah satu kegiatan yang saya jadikan sebagai salah satu rekreasi untuk merefresh otak dari padatnya jadwal kuliah.
Evaluation :
            Dari kunjungan tersebut, saya mendapatkan pengetahuan yang menambah wawasan saya akan ilmu pengetahuan khususnya sejarah Jenderal Soedirman kaitannya dengan nama besar beliau yang diangkat menjadi nama universitas dimana saya menempuh pendidikan tinggi sekarang. Kegiatan tersebut sangat baik karena dengan model pembelajaran keluar dari lingkungan kampus membuat mahasiswa merasa tertarik untuk mengikutinya yang secara otomatis itu berarti mereka memiliki antusias untuk menambah wawasan mereka dalam ilmu pengetahuan. Akan tetapi terbatasnya waktu pada saat kegiatan tersebut membuat mahasiswa khususnya saya pribadi tidak bisa menikmati dengan puas apa saja yang ada didalam monumen tersebut. Selain itu, saya kurang mampu menerima materi yang diberikan oleh tour guide karena pengarahan yang beliau lakukan sangat cepat dan volume suara yang rendah ditambah  atmosfer ruangan yang sangat panas sehingga menganggu konsentrasi saya dalam menyerap pengarahan yang diberikan oleh tour guide.
Analysis :
            Dari kegiatan yang telah saya lakukan, masalah yang saya hadapi ketika kegiatan tersebut berlangsung adalah kurangnya konsentrasi ketika tour guide memberikan pengarahan. Selain itu, masalah waktu juga membuat saya tidak bisa menggali lebih dalam pengetahuan yang ada di monumen tersebut. Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi seberapa banyak materi dari pengarahan yang telah dilakukan oleh tour guide yang nantinya bisa saya serap karena saya adalah tipe orang yang membutuhkan waktu dan konsentrasi yang lebih untuk mampu menyerap materi dalam jumlah yang tidak sedikit apalagi materi yang saya dapatkan disana dalam bentuk audio.
Conclution :
            Kegiatan yang telah saya jalani kemarin membuat saya mengerti bagaimana sejarah perjuangan Jenderal Soedirman. Saya juga mampu mengukur kelemahan saya dalam hal konsentrasi yang harus saya tingkatkan ketika saya dituntut untuk mampu menerima materi dalam waktu yang terbatas dan suasana yang tidak terlalu kondusif karena banyak diantara mahasiswa yang sibuk menggunakan handphone bahkan bercerita dengan teman sebelahnya.
Action Plan :
            Jika kegiatan seperti itu diadakan lagi, saya akan memanfaatkan waktu dengan baik untuk menggali pengetahuan yang ada disana sehingga wawasan saya semakin terbuka. Saya juga akan banyak berlatih untuk meningkatkan konsentrasi sehingga bagaimanapun keadaan yang harus saya hadapi itu tidak akan mempengaruhi konsentrasi saya dalam menyerap informasi baik itu audio maupun visual.